Dari sekian banyak material yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, material yang paling akrab dengan kita ialah plastik. Plastik mempunyai banyak sekali fungsi, mulai dari membungkus makanan dan minuman, membuat peralatan elektronik, sampai menjadi perkakas rumah. Apakah Anda tahu plastik terbuat dari apa? Jika belum tahu, silakan pelajari artikel ini.
Bahan-Bahan Dasar Membuat Plastik
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari bahwa plastik terbuat dari bahan-bahan baku yang beraneka ragam. Berikut ini adalah contoh dan penjelasannya.
1. Minyak Bumi
Pada posisi pertama, plastik terbuat dari bahan baku yang paling banyak dicari oleh manusia, yaitu minyak bumi mentah. Minyak bumi yang datang dari kilang munyak ini akan mengalami proses pemurnian, yang akan menghasilkan gas berupa etana dan propana. Melalui proses pemanasan lewat tungku, kedua gas ini akan menjadi pecah dan membentuk etilana dan propelina.
Mereka berikutnya masuk ke sebuah reaktor untuk membentuk zat polimer plastik, yang kemudian didinginkan menjadi pellet plastik. Pellet plastik tersebut merupakan bahan untuk membuat macam-macam hal, semisal sisir rambut, botol dan galon air, serta gigi palsu.
2. Karbon Dioksida Padat
Mengingat minyak bumi adalah sumber daya alam yang tak terbarukan, banyak perusahaan yang sibuk mengembangkan bahan baku alternatif lain. Pada tahun 2008, ada plastik terbuat dari zat karbon dioksida. Ketimbang menggunakan minyak bumi sepenuhnya, zat karbon dioksida ini dicampur dengan minyak bumi untuk menghasilkan polypropylene carbonat atau PPC.
Dengan bahan baku PPC ini, industri-industri di Indonesia bisa menghemat penggunaan minyak bumi sebagai bahan baku plastik. Keramik adalah salah satu benda yang menggunakan bahan PPC, yang menjadikan keramik tahan panas dan tahan gores. Plastik berbahan PPC mempunyai keuntungan berupa kemudahan dalam proses pendaur-ulangannya daripada plastik dari minyak bumi.
3. Tongkol Jagung
Apakah Anda pernah mendengar cerita tentang plastik terbuat dari tongkol jagung? Betul, sebab bahan baku plastik dengan sendirinya sangat sulit untuk terurai secara alami. Jagung ternyata mengandung zat berupa gula karbohidrat yang bisa kita olah menjadi bahan polimer. Dari zat gula karbohidrat tersebut, plastik dari tongkol jagung memiliki nama polylatide polymer yang ramah lingkungan dan tak mengandung senyawa berbahaya. Keuntungan lainnya dari plastik berbahan baku tongkol jagung ialah mudah terurai secara alami dan mudah kita daur ulang. Sayangnya, kelemahan dari bahan baku ini yaitu tidak tahan panas; dia hanya akan tahan panas hingga suhu 100 derajat celcius.
4. Akrilik (Acrylic)
Kalau jenis bahan baku plastik ini boleh jadi kurang Anda kenal. Plastik terbuat dari bahan akrilik cenderung sulit untuk Anda temukan di pasar-pasar karena kesulitan dalam pembuatannya. Bahan akrilik sendiri terdiri dari campuran zat asam akrilat dan polimer sehingga menciptakan lembaran-lembaran tipis mirip kaca yang tembus pandang.
Meskipun tampak tips, tetapi plastik akrilik memiliki ketebalan tergantung dari barang apa yang memerlukannya. Misalnya bila ada kursi dari bahan akrilik, maka akrilik tersebut akan bersifat tebal dan tak gampang retak. Barang-barang yang mengunakan plastik akrilik sebagai bahan bakunya ialah bingkai foto, tempat make-up, dan wadah makanan / toples.
Demikianlah artikel ini yang menjelaskan tentang bahan baku untuk membuat plastik. Setelah Anda mengetahui plastik terbuat dari apa, semoga Anda lebih bijak dalam menggunakan plastik, sebab tak semua plastik dapat didaur ulang. Terima kasih atas perhatiannya!

