Dalam dunia logistik, cara menyimpan barang di gudang tentu akan menjadi hal penting. Tidak hanya rapi, penyimpanan ini juga perlu memperhatikan beberapa hal seperti kondisi barang, kemudahan ketika akan dipindahkan, dan lainnya.
Penggunaan pallet juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Lalu, seperti apa cara penyimpanan barang tersebut? apa itu pallet dalam gudang dan seperti apa fungsi pemberian pallet?
Macam-Macam Metode Cara Menyimpan Barang di Gudang
Dalam proses logistik maka proses penyimpanan barang di gudang merupakan langkah yang penting. Proses penyimpanan ini juga akan berpengaruh terhadap menjaga kualitas dari barang tersebut. Untuk itu, metode penyimpanan barang di gudang juga cukup penting untuk kamu perhatikan.
Metode penyimpanan barang di gudang ini sendiri akan memperhatikan hal seperti karakteristik, berapa lama barang akan berada di gudang, jenis barang, kualitas, dan lainnya.
Selain untuk menjaga kualitas barang, cara menyimpan barang di gudang yang benar juga akan mempermudah proses pencarian, penyimpanan, dan juga pemindahan.
Adapun cara menyimpan barang di gudang tersebut antara lain:
1. Dedicated Storage
Metode penyimpanan barang yang pertama adalah dedicated storage. Metode ini juga dikenal dengan nama fixed location. Sesuai namanya, maka pada metode ini semua barang akan memiliki tempat penyimpanan yang tetap dalam gudang tersebut.
Hal ini tidak akan berubah meskipun ada ruang kosong lain. Di sisi lain, lokasi yang sama tidak bisa digunakan oleh produk jens lain. Keunggulan dari cara ini adalah memudahkan proses pencarian.
Lokasi produk yang tetap dan juga penataan yang teratur berdasarkan kategori tertentu akan memudahkan orang ketika mencari. Masalah yang muncul dari cara ini adalah pada satu waktu, mungkin akan banyak barang yang tidak mendapatkan tempat penyimpanan karena lokasinya sudah penuh, Meskipun di sisi lain ada lokasi kosong, namun tempat kosong tersebut tidak bisa digunakan oleh produk lain.
2. Randomized Storage
Cara menyimpan barang di gudang lainnya adalah menggunakan metode randomized storage. Cara ini merupakan kebalikan dari cara dedicated storage. Pada cara ini maka semua barang bisa menempati semua lokasi penyimpanan selama lokasi tersebut kosong.
Pada metode ini maka proses penyimpanan barang akan dilakukan dengan acak. Setiap barang mungkin akan akan mengalami perpindahan tempat penyimpanan.
Masalah yang akan muncul dari cara ini adalah penempatan barang menjadi berantakan. Lokasi barang yang ditempatkan dengan sembarang juga akan menyulitkan proses pencarian nantinya.
3. Class-based Storage
Metode penyimpanan lainnya adalah class based storage. Pada metode ini, maka penyimpanan barang akan diatur dengan lebih fleksibel. Metode ini akan membagi lokasi penyimpanan barang menjadi beberapa titik.
Nantinya, tiap titik tersebut akan mengatur jenis barang apa saja yang bisa disimpan di sana. Misalkan pengaturan titik ini berdasarkan kualitas, waktu kedatangan, ukuran, dan lainnya. Nantinya, selama barang tersebut termasuk ke dalam kategori titik tersebut, maka bisa diletakan di sana.
Kelebihan dari metode ini adalah pengaturan barang menjadi lebih fleksibel. Penggunaan gudang juga menjadi lebih efektif. Masalah mungkin akan terjadi jika salah satu kategori barang mengalami overload.
4. Shared Storage
Cara menyimpan barang di gudang lainnya adalah dengan menggunakan metode shared storage. Tujuan utama dari penggunaan metode ini adalah pemanfaatan ruang yang lebih optimal. Metode ini akan menitikberatkan pada selisih waktu penyimpanan barang.
Artinya, jika ada barang yang keluar, maka tempat yang kosong akan langsung diisi oleh barang baru. Metode in memang cukup efektif. Dengan pengaturan yang tepat maka semua ruang bisa terisi dengan efektif. Hanya saja, metode ini membutuhkan ketelitian tinggi.
Penyimpanan dengan metode ini perlu benar-benar memperhatikan kapan barang akan masuk dan keluar. Keterlambatan barang yang keluar atau barang yang datang terlalu cepat, bisa membuat terjadinya penumpukan barang.
5. Cube Per Order Index Policy
Cara menyimpan barang di gudang lainnya yang juga bisa kamu gunakan untuk menyimpan barang adalah cube per order index policy. Ini merupakan metode penyimpanan barang dengan memperhatikan tingkat kebutuhan ruang penyimpanan. Dua hal penting dalam pengaturan gudang ini adalah jenis produk dan waktu perpindahannya.
Metode ini sangat pas untuk gudang dengan ukuran besar. Dengan menggunakan metode ini maka waktu pencarian produk pada gudang besar bisa menjadi lebih cepat. Metode ini memang menekankan pada tata letak penyimpanan barang dan kecepatan pada saat proses pencarian dan pengambilan barang.
Penggunaan Pallet untuk Proses Penyimpanan Lebih Efisien
Jika melihat semua cara menyimpang barang di gudang yang ada, hampir semua metode menitik beratkan pada penyimpanan yang efisien, kemudahan pencarian dan juga pemindahan barang. Untuk mendukung semua itu, penggunaan pallet menjadi hal yang cukup penting.
Jika kamu bertanya apa itu pallet dalam gudang, maka secara sederhana pallet merupakan alat yang biasanya terbuat dari kayu dengan bentuk persegi datar yang memiliki rongga. Nantinya, pallet akan menjadi tempat untuk meletakan barang. Dan ketika akan dipindahkan, maka kamu bisa langsung mengangkatnya menggunakan forklift.
Mengapa Harus Menggunakan Pallet?
Ada beberapa alasan mengapa dalam dunia logistik penggunaan pallet ini sangat penting. Jika dilihat dari fungsinya, maka fungsi pemberian pallet antara lain:
1. Tempat Meletakan Barang
Fungsi utama dari penggunaan pallet adalah untuk meletakan barang. Untuk kamu ketahui, salah satu cara menyimpan barang di gudang yang benar adalah dengan tidak meletakkannya langsung di atas lantai. Hal ini untuk menghindari jika lantai tergenang air, misalnya.
Dan untuk melakukan hal tersebut, maka salah satu caranya adalah menggunakan pallet. Pallet akan memberikan sedikit ketinggian, sehingga barang tidak langsung berada di atas lantai.
2. Memudahkan Ketika Barang akan Dipindahkan
Pernah terbayang bagaimana memindahkan puluhan kardus yang memiliki bobot cukup berat? Jika melakukannya dengan cara manual, selain memerlukan banyak tenaga, hal ini juga akan memakan banyak waktu. Di sinilah pallet akan kamu butuhkan.
Kamu hanya tinggal meletakan barang tersebut di atas pallet. Nantinya, pallet tersebut akan diangkat menggunakan forklift. Rongga yang ada di bagian bawah memungkinkan pallet untuk diangkat menggunakan forklift.
Cara Menyimpan Barang di Gudang Menjaga Kualitas Produk
Dengan memperhatikan cara menyimpan barang di gudang maka hal ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kualitas barang tersebut. Dalam prakteknya. penyimpanan barang ini memang akan memperhatikan banyak hal agar kualitasnya terjaga.
Beberapa hal yang harus kamu perhatikan seperti waktu penyimpanan. Dalam hal ini maka perlu kamu perhatikan berapa lama barang tersebut berada di gudang, kapan barang tersebut masuk dan kapan keluar.
Proses ini untuk memastikan jika tidak ada barang yang menumpuk karena proses keluar barang terlalu lama, atau barang yang terlalu cepat datang. Yuk, gunakan pallet sekarang juga!
Dapatkan berbagai informasi maupun tips seputar gudang hanya di warehousepaletplastik.com.
