Dalam pemindahan barang dari satu kota ke kota lain, kamu pasti memerlukan kargo. Nah, demi menjaga agar barang tersebut, terutama barang fragile atau pecah belah, dapat selamat ke tangan para pembeli, kamu tentunya perlu mengetahui tips packing dan memindahkan barangnya.
Pengertian Barang Fragile
Arti fragile adalah barang pecah belah. Diambil dari kata “fragile” yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah mudah rusak, atau mudah pecah. Nah, mendengar kata fragile ini, kamu tentunya mengerti bahwa barang ini adalah barang yang rawan untuk rusak saat dalam pengantaran.
Pecahnya barang seperti ini tentunya akan merugikan kamu dan para pelangganmu. Karena pada saat barang pecah belah ini rusak, kemungkinan besar barang ini tidak dapat diperbaiki lagi.
Di rumah kita sendiri, barang fragile atau pecah belah memiliki banyak kegunaan dan menempati sebagian aspek dan barang yang ada. Seperti barang-barang yang berhubungan dengan aksesoris, atau barang dapur seperti piring, gelas kaca, tempat masak, dan sebagainya.
Tips Packing Barang Fragile
Dengan sifatnya yang mudah rusak, barang pecah belah ini memerlukan penanganan khusus untuk dapat sampai dengan tidak kurang satu apapun kepada tangan penerima. Apalagi jika anda membawa barang pecah belah ini melalui kargo yang notabene memiliki perjalanan yang jauh dan penuh rintangan.
Maka dari itu, inilah beberapa tips packing barang fragile yang dapat kamu lakukan sebagai pengirim untuk menghindari hal-hal seperti sebelumnya terjadi.
1. Perlengkapan Packing
Sebagai sebuah usaha bisnis, anda tentu tahu packing tidak bisa anda sepelekan. Selain sebagai penunjuk kualitas brand anda, anda juga perlu mengutamakan keselamatan barang anda.
Apakah packing yang anda pilih sekarang sudah pasti bisa meminimalisir kerusakan barang yang ingin anda kirim, atau justru sebaliknya. Khususnya untuk barang pecah belah, anda tidak bisa ‘pelit’ dalam hal memilih packing.
Selain packing luar, anda juga harus menyiapkan beberapa packing dalam yang menyelimuti barang yang ingin anda kirim tersebut. Beberapa perlengkapan packing yang bisa anda siapkan untuk barang fragile, yaitu:
- Pelapis produk lembut seperti kain atau kertas, untuk mengurangi sampah, anda bisa menggunakan Koran yang sudah tidak terpakai lagi.
- Pelapis penyelimut barang pecah belah tersebut agar aman dalam berbenturan. Anda bisa memakai pelapis bubble wrap bening atau hitam.
- Pastikan anda memiliki pelapis yang nantinya akan anda pasang untuk menutupi ruang kosong.
- Box
- Gunting
- Packing Kayu
2. Lapisi Produk Dengan Kain
Tips packing barang fragile selanjutnya adalah dengan melapisi produk dengan kain atau kertas seperti yang sudah anda siapkan sebelumnya, Pastikan produk anda tertutupi seluruhnya.
Contohnya jika anda ingin mengirimkan gelas atau piring, pastikan kain atau kertas tersebut menutupi barang tersebut sampai tidak ada lagi kaca yang dapat kelihatan. Selain teknik ini, anda juga dapat menutupi sebagian.
Biasanya penutupan sebagian barang fragile oleh kain atau kertas ini dilakukan pada bagian pembuka, bagian penyambung dan bagian bawah barang pecah belah.
3. Lapisi Bubble Wrap
Setelahnya, lapisilah barang pecah belah anda dengan bubble wrap. Bubble wrap ini adalah sebuah plastik yang memiliki sisi bergelombang yang halus dan empuk. Kegunaan utama dari bubble wrap ini adalah mengurangi tingkat benturan yang akan dialami oleh barang pecah belah yang ingin anda kirim tersebut.
Lapisilah bubble wrap tersebut ke seluruh bagian barang pecah belah. Pastikan untuk melapisi barang sampai berkali-kali hingga bubble wrap yang membungkus barang memiliki permukaan yang tebal.
Semakin tipis anda melapisi bubble wrap tersebut ke barang anda, maka akan semakin besar pula tingkat kerusakan akibat benturan.
4. Bungkus Barang Terpisah
Ketika memindahkan barang fragile berat yang lebih dari satu namun akan anda kirimkan secara bersamaan pada satu box. Pastikan untuk melapisi dan membungkus barang pecah belah tersebut satu persatu.
Jika anda merekatkan dua barang yang pecah belah ke dalam satu bungkus lapisan kain dan buble warp, maka kedua barang tersebut nantinya akan saling berbenturan hingga menimbulkan kerusakan yang tidak anda inginkan.
5. Gunakan Kemasan Bawaan
Jika anda adalah seorang reseller atau distributor, pastinya ada beberapa barang pecah belah yang sudah terbungkus dengan rapi dari pabrik produksi. Jika anda menemukan barang jualan anda yang seperti ini, sebaiknya tidak perlu untuk menukar packing tersebut.
Yang bisa anda gunakan adalah memasukkan barang beserta packaging dari pabrik tersebut ke sebuah box dengan aman. Jangan lupa untuk melakukan langkah-langkah pengemasan seperti sebelumnya kepada barang tersebut tanpa menukar packaging asli.
6. Masukkan Ke Box Kardus
Ada beberapa macam box yang bisa anda pilih untuk melindungi barang anda pada saat proses pengiriman agar sampai ke tangan customer. Salah satunya adalah dengan memasukkan barang fragile tersebut ke box yang sesuai dengan jumlah dan besarnya produk.
Sebaiknya pastikan ukuran box yang anda pilih dapat menyamai ukuran barang yang anda kirim. Jangan memilih box terlalu besar dan terlalu kecil. Box yang terlalu besar akan menyebabkan barang pecah belah tergeser dan terbentur. Sementara itu, box terlalu kecil akan menyebabkan barang keluar dari box.
Jika anda ingin, anda bisa memakai box kayu agar semakin menghindari terjadi box yang ditimpa satu sama lain oleh staff pengiriman. Memakai box kayu untuk barang pecah belah dianggap lebih efektif.
7. Uji Goyang dan Kompresi
Setelah anda selesai melakukan packaging, anda bisa menguji apakah packaging anda sudah tepat dengan cara menggoyangkan kardus atau box barang tersebut. Jika tidak ada suara dari benturan yang terjadi akibat barang fragile yang ada di dalam, berarti packaging anda sudah benar.
Sebaliknya, jika anda masih mendengar suara grasak grusuk, ada kemungkinan masih banyak ruang kosong yang ada pada packaging yang akan menyebabkan kerusakan terhadap barang pecah belah.
Tips Memindahkan Barang di Gudang
Selanjutnya, anda akan mengetahui bagaimana tips utama yang harus anda lakukan dalam memindahkan barang yang ada pada gudang penyimpanan.
Seperti yang kita ketahui, dalam suatu gudang memiliki banyak sekali barang yang telah tersusun oleh rak yang sesuai pula. Nah, ketika anda memindahkan barang fragile berat dari satu rak ke rak lain, khususnya dari rak bawah ke rak atas, ada kemungkinan barang tersebut tidak rata dan terjatuh.
Untuk itu, yang perlu anda lakukan adalah dengan memakai pallet di bagian bawah kotak untuk menumpu barang yang akan dinaikkan ke rak atas. Pallet ini nantinya akan berada di tengah kotak pecah belah dengan alat berat yang tersedia.
Sudah Siap Bertanggung Jawab atas Barang Fragile?
Itulah yang perlu anda ketahui terhadap barang pecah belah tentang bagaimana cara packing dan memindahkan barang fragile berat. Semoga artikel ini membantu!
Dapatkan berbagai informasi maupun tips seputar plastik hanya di warehousepaletplastik.com.
